Yogyakarta – Drone yang mampu lepas landas tegak sekaligus terbang jelajah seperti pesawat (VTOL) berpotensi dipakai untuk mengirim logistik ke daerah terpencil, memantau bencana dan memetakan wilayah tanpa landasan pacu. Tantangannya ada pada sistem kendali, karena perilaku drone berubah drastis antara terbang melayang, fase transisi dan terbang jelajah.
Tim peneliti Sekolah Vokasi UGM, FMIPA UGM dan BRIN sedang mengembangkan pendekatan baru untuk masalah ini, yaitu penjadwalan bobot adaptif dua lapis.