• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Dept. Teknik Elektro dan Informatika
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Pengelola
    • Prestasi
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
    • D4 Teknologi Rekayasa Elektro
    • D4 Teknologi Rekayasa Internet
    • D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol
  • Laboratorium
    • Laboratorium Instrumentasi dan Kendali
    • Laboratorium Teknik Tenaga Listrik
    • Laboratorium Elektronika
    • Laboratorium Teknologi Aplikasi dan Jaringan
    • Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak
  • Layanan
    • Kurikulum
    • Kalender Akademik
    • Akreditasi
    • Survei
    • Download Page
    • Permohonan Kunjungan Sekolah
  • Alumni
    • Tracer Study
    • Keluarga Alumni
  • Beranda
  • Berita
  • Monitoring Suhu dan Kelembapan Obat Selama Pengiriman dengan ESP32, DHT22, dan Dashboard Real-Time

Monitoring Suhu dan Kelembapan Obat Selama Pengiriman dengan ESP32, DHT22, dan Dashboard Real-Time

  • Berita, SDG 3, SDG 9
  • 30 Oktober 2026, 07.26
  • Oleh: alzaisar.trimulyo
  • 0

Penelitian mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Internet angkatan 22, Yusuf Ridho Bela Setiyadi, bersama dosen Ir. Unan Yusmaniar Oktiawati, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU, mengembangkan sistem Internet of Things (IoT) untuk memantau suhu dan kelembapan obat selama proses pengiriman. Sistem memakai mikrokontroler ESP32 dan sensor DHT22 yang ditempatkan di dalam kotak es (ice box), lalu mengirim data setiap 15 detik ke cloud dan menampilkannya pada dashboard berbasis web yang dapat dipantau oleh perusahaan dan mitra terkait.

Obat adalah produk yang peka terhadap lingkungan. Suhu yang menyimpang dapat menurunkan potensi obat dan menimbulkan risiko keamanan bagi pasien. Kelembapan juga berperan mempercepat kerusakan obat pada kondisi tertentu. Penelitian-penelitian sebelumnya sebagian besar berfokus pada tahap penyimpanan, misalnya di lemari pendingin vaksin atau gudang, sedangkan pemantauan saat pengiriman, yang paling rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan, masih terbatas. Sebagian besar sistem terdahulu juga hanya mengukur suhu tanpa kelembapan.

Cara kerja sistem

Sensor DHT22 membaca suhu dan kelembapan relatif di dalam kotak es. ESP32 mengolah data tersebut dan mengirimkannya melalui protokol HTTP (REST API) ke Firebase Realtime Database, dengan koneksi internet dari perangkat Wi-Fi seluler sehingga sistem tidak bergantung pada jaringan tetap. Daya berasal dari baterai isi ulang dengan regulator LM2596, sehingga perangkat kecil dan portabel. Dashboard dibangun di platform Vercel dan menampilkan data terkini sekaligus riwayat pengukuran seperti tampak pada Gambar 1.

Sensor dikalibrasi sebelum dipakai

Sebelum simulasi pengiriman, DHT22 dibandingkan dengan sensor DHT11 dan alat acuan HTC-1. Hasilnya, DHT22 lebih mengikuti pola pembacaan alat acuan daripada DHT11. Pada kelembapan, DHT22 menunjukkan penyimpangan sistematis, sehingga dikalibrasi dengan metode larutan garam jenuh natrium klorida (NaCl) yang menjaga kelembapan acuan sekitar 75% RH. Sensor membaca rata-rata 81,67% RH, sehingga diterapkan koreksi (offset) sebesar -6,67% RH pada pembacaan kelembapan.

Berapa banyak ice pack yang dibutuhkan?

Simulasi pengiriman dilakukan pada tiga kondisi: satu, dua, dan tiga ice pack, masing-masing dengan satu jam fase penyesuaian dan dua jam pengambilan data. Ilustrasi ditunjukkan pada Gambar 2. Suhu rata-rata di dalam kotak adalah 15,82 °C untuk satu ice pack, 9,43 °C untuk dua, dan 9,75 °C untuk tiga. Analisis regresi linear menghasilkan persamaan Y = 17,7 – 3,04X dengan R² = 0,711, artinya semakin banyak ice pack, semakin rendah suhu rata-rata. Namun penambahan dari dua ke tiga ice pack hampir tidak menurunkan suhu lagi, sehingga efek pendinginan menurun setelah kapasitas tertentu.

  • 15,82 °C: suhu rata-rata dengan 1 ice pack.
  • 9,43 °C: suhu rata-rata dengan 2 ice pack.
  • 9,75 °C: suhu rata-rata dengan 3 ice pack, hampir sama dengan 2 ice pack.

Kualitas jaringan menentukan keandalan data

Pengiriman data diuji pada dua jaringan operator seluler, masing-masing selama dua jam dengan 480 paket data yang seharusnya terkirim.

Skenario Paket diterima (dari 480) Packet loss PDR Rata-rata latensi
Jaringan 1 468 2,50% 97,50% 1.639,13 ms
Jaringan 2 326 32,08% 67,92% 1.764,48 ms

Pada jaringan yang stabil, sistem mengirim data secara andal dengan packet loss hanya 2,50%. Pada jaringan yang kurang stabil, hampir sepertiga paket hilang dan latensi lebih berfluktuasi. Kualitas koneksi seluler menjadi faktor kritis bagi keandalan pemantauan saat kendaraan bergerak. Perlu dicatat, masing-masing skenario hanya diuji satu kali pada kondisi berbeda, sehingga hasil ini menggambarkan karakteristik yang teramati dan bukan perbandingan statistik antar operator.

Langkah selanjutnya

Pengembangan berikutnya mencakup percobaan berulang pada kondisi jaringan yang terkontrol dan variasi konfigurasi pendinginan yang lebih luas untuk memperkuat validitas statistik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemantauan suhu dan kelembapan saat pengiriman obat dapat dibangun dengan komponen terjangkau dan dasbor web, sebagai dasar bagi fasilitas kesehatan untuk menilai kondisi obat yang diterima. Penelitian ini mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya menjaga mutu dan keamanan obat, dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan IoT pada rantai distribusi.

Tags: Cold Chain DHT22 Distribusi Obat ESP32 Firebase IoT Monitoring SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Elektro dan Informatika

Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Yacaranda, Sekip Unit III, Yogyakarta. 55281
tedi.sv@ugm.ac.id
(0274) 6491302, 561111 | (0274) 542908

 

Lokasi Gedung DTEDI SV UGM

Program Studi

  • D4 Teknologi Rekayasa Elektro (TRE)
  • D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (TRIK)
  • D4 Teknologi Rekayasa Internet (TRI)
  • D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL)

Laboratorium

  • Laboratorium Teknologi Aplikasi dan Jaringan
  • Laboratorium Elektronika
  • Laboratorium Instrumentasi dan Kendali
  • Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak
  • Laboratorium Teknik Tenaga Listrik

Tautan

  • Sekolah Vokasi UGM
  • Simaster UGM
  • eLOK UGM
  • Tracer Study
  • Career Center (VDC)
  • Ditmawa
  • Berita UGM
  • Youtube
  • Instagram

© DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA SEKOLAH VOKASI UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY