• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Dept. Teknik Elektro dan Informatika
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Pengelola
    • Prestasi
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
    • D4 Teknologi Rekayasa Elektro
    • D4 Teknologi Rekayasa Internet
    • D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol
  • Laboratorium
    • Laboratorium Instrumentasi dan Kendali
    • Laboratorium Teknik Tenaga Listrik
    • Laboratorium Elektronika
    • Laboratorium Teknologi Aplikasi dan Jaringan
    • Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak
  • Layanan
    • Kurikulum
    • Kalender Akademik
    • Akreditasi
    • Survei
    • Download Page
    • Permohonan Kunjungan Sekolah
  • Alumni
    • Tracer Study
    • Keluarga Alumni
  • Beranda
  • Berita
  • TIM PENELITI DTEDI SV UGM Kembangkan Metode MCMC untuk Perencanaan SPKLU dan PLTS di Jaringan Distribusi

TIM PENELITI DTEDI SV UGM Kembangkan Metode MCMC untuk Perencanaan SPKLU dan PLTS di Jaringan Distribusi

  • Berita, SDG 11, SDG 7, SDG 9
  • 31 Oktober 2026, 09.54
  • Oleh: alzaisar.trimulyo
  • 0

Seiring makin banyaknya stasiun pengisian kendaraan listrik dan panel surya yang tersambung ke jaringan, para perencana jaringan distribusi dihadapkan pada pertanyaan yang sangat praktis: di titik mana keduanya sebaiknya dipasang agar tegangan yang sampai ke pelanggan tetap terjaga? Pertanyaan itulah yang dikaji tim peneliti Departemen Teknik Elektro dan Informatika (DTEDI) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada sepanjang April hingga Oktober 2026. Hasilnya, tim menyarankan agar Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ditempatkan dekat gardu induk, sedangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dipasang di bagian ujung penyulang.

Riset tersebut diketuai oleh Dr. Ir. Jimmy Trio Putra, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., SMIEEE, dengan anggota tim dosen Ir. Lukman Subekti, M.T., IPM.; Adlan Bagus Pradana, S.T., M.Tech., Ph.D.; Ir. Ahmad Adhiim Muthahhari, S.T., M.Eng., IPM.; Dr. Ir. Atikah Surriani, S.T., M.Eng., SMIEEE; serta Dr. Ir. Fahmizal, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., SMIEEE. Pendanaannya berasal dari Hibah Riset dan Pembuatan Artikel Publikasi skema Penugasan Sekolah Vokasi UGM Tahun Anggaran 2026 pada Klaster Saintek, dengan bidang unggulan Transisi Energi. Kegiatan riset dipusatkan di Laboratorium Teknik Tenaga Listrik, sementara PT PLN (Persero) berperan sebagai mitra.

Riset ini juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa. Tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro DTEDI, yaitu Satria Bhekti Akhisnu, Latief Lukman Nurhakim, dan Fahmi Ahmad Aryanto, ikut serta dalam tim penelitian. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa vokasi memperoleh pengalaman langsung menggarap persoalan nyata di bidang ketenagalistrikan bersama dosen dan mitra industri.

Persoalan penempatan ini tidak sederhana karena SPKLU maupun PLTS sama-sama berperilaku tidak pasti. Pengguna kendaraan listrik datang pada jam yang berlainan dan mengisi daya dengan durasi yang berbeda-beda, sementara jumlah energi yang diambil berkaitan erat dengan lama pengisian. Semua itu pun dibatasi oleh kapasitas charger. Di sisi pembangkitan, produksi PLTS mengikuti kondisi cuaca serta ketinggian matahari, sehingga pada jam tertentu keluarannya tidak mungkin melampaui batas tertentu. Karena ketidakpastian inilah jaringan tidak cukup dinilai pada satu kondisi rata-rata, melainkan perlu diuji pada beragam kemungkinan kondisi melalui analisis aliran daya probabilistik.

Untuk menghasilkan kemungkinan-kemungkinan kondisi tersebut, tim memanfaatkan metode Markov Chain Monte Carlo (MCMC). Cara kerjanya dapat diibaratkan seorang penjelajah yang menyusuri lanskap perbukitan. Ia bergerak dengan langkah pendek di sekitar puncak, yakni wilayah kondisi yang paling sering terjadi, lalu sesekali melompat jauh ke puncak lain agar tidak ada wilayah yang terlewat. Setiap langkah yang menembus batas fisik, misalnya daya yang melebihi kapasitas charger atau keluaran surya yang mustahil terjadi, langsung dibatalkan. Dengan mekanisme penolakan tersebut, seluruh skenario yang dihasilkan tetap masuk akal secara teknis.

Ketepatan metode ini tidak diterima begitu saja. Tim membandingkan hasil MCMC dengan metode acuan yang kebenarannya terjamin secara matematis, meskipun membutuhkan waktu komputasi jauh lebih lama, dan keduanya menunjukkan hasil yang selaras. Pengujian ini sekaligus menyingkap kelemahan pendekatan yang lebih sederhana, yaitu mengambil sampel setiap karakteristik data secara terpisah. Tiap karakteristik memang tampak menyerupai data aslinya, tetapi hubungan di antara karakteristik tersebut hilang. Akibatnya, muncul sesi pengisian yang meminta daya di atas kapasitas charger, kondisi yang tidak pernah dijumpai di lapangan. Jika luput diperhatikan, kekeliruan semacam ini dapat terbawa hingga ke angka-angka yang menjadi dasar keputusan investasi jaringan.

Skenario yang telah teruji kemudian dijalankan dalam analisis aliran daya untuk membandingkan sejumlah susunan penempatan SPKLU dan PLTS pada satu penyulang yang sama. Hasil analisis menunjukkan bahwa ujung penyulang adalah bagian yang paling rentan, sebab di sanalah listrik menempuh jarak terjauh dari gardu induk. Beban besar seperti SPKLU yang dipasang di titik tersebut menurunkan tegangan paling tajam, sebaliknya PLTS yang dipasang di lokasi yang sama justru ikut menopang tegangan. Kecenderungan ini memang umum dijumpai pada jaringan distribusi, namun besar pengaruhnya berbeda dari satu penyulang ke penyulang lain, sehingga setiap penyulang tetap perlu dianalisis secara tersendiri.

Dari sisi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, riset ini berkaitan dengan tiga sasaran. Pada SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), rekomendasi penempatan PLTS memungkinkan energi surya diserap jaringan tanpa mengorbankan kualitas tegangan yang diterima pelanggan. Pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), metode pembangkitan skenario yang telah teruji menjadi landasan yang kokoh bagi perencanaan jaringan. Adapun pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), jumlah SPKLU di kawasan perkotaan dapat terus ditambah tanpa menurunkan mutu layanan listrik bagi masyarakat di sekitarnya. Luaran yang ditargetkan dari riset ini adalah artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.

Tags: SDG 11 : KOTA DAN PEMUKIMAN YANG BERKELANJUTAN SDG 7 : ENERGI BERSIH DAN TERJANGKAU SDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Elektro dan Informatika

Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Yacaranda, Sekip Unit III, Yogyakarta. 55281
tedi.sv@ugm.ac.id
(0274) 6491302, 561111 | (0274) 542908

 

Lokasi Gedung DTEDI SV UGM

Program Studi

  • D4 Teknologi Rekayasa Elektro (TRE)
  • D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (TRIK)
  • D4 Teknologi Rekayasa Internet (TRI)
  • D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL)

Laboratorium

  • Laboratorium Teknologi Aplikasi dan Jaringan
  • Laboratorium Elektronika
  • Laboratorium Instrumentasi dan Kendali
  • Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak
  • Laboratorium Teknik Tenaga Listrik

Tautan

  • Sekolah Vokasi UGM
  • Simaster UGM
  • eLOK UGM
  • Tracer Study
  • Career Center (VDC)
  • Ditmawa
  • Berita UGM
  • Youtube
  • Instagram

© DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA SEKOLAH VOKASI UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY