Pengembangan infrastruktur jaringan seluler cerdas yang melibatkan partisipasi aktif publik (crowdsourcing) kerap terhambat oleh sifat alami pengguna yang tidak ingin mengorbankan daya baterai, komputasi, dan bandwidth tanpa adanya kompensasi insentif. Kendala ini diperparah oleh adanya asimetri informasi di mana operator jaringan seluler (CNO) tidak mengetahui secara pasti kapabilitas komputasi dan kualitas sumber daya nyata pada perangkat pengguna. Tanpa skema insentif yang tepat, partisipasi pengguna menjadi sangat terbatas dan berisiko memunculkan pembaruan model yang tidak jujur atau berkualitas rendah.
Guna mengatasi masalah tersebut, penelitian yang dikembangkan oleh Yuris Mulya Saputra, Ph.D ini bertujuan merancang skema insentif berbasis teori kontrak (contract theory) untuk mendorong partisipasi pengguna jaringan seluler dalam pemantauan infrastruktur seluler cerdas. Metode penelitian merumuskan masalah optimasi kontrak antara CNO sebagai prinsipal dan perangkat pengguna sebagai agen yang dikelompokkan ke dalam berbagai tipe kualitas sumber daya. Kontrak dirancang secara presisi dengan memenuhi kendala Individual Rationality (IR) dan Incentive Compatibility (IC), sehingga pengguna secara alami akan memilih paket kontrak yang sesuai dengan tipe yang sebenarnya dari perangkat mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mekanisme insentif berbasis teori kontrak mampu meningkatkan utilitas operasional CNO hingga 18% dibandingkan skema tanpa kontrak. Selain itu, skema ini memberikan kepastian utilitas positif bagi pengguna dengan tingkat utilitas perangkat mencapai lebih dari 9 kali lebih tinggi dibandingkan skema informasi simetris. Keberhasilan ini mendukung pencapaian SDG 9 melalui inovasi mekanisme ekonomi berkelanjutan yang memperkuat kolaborasi masyarakat dan industri dalam menciptakan infrastruktur digital yang efisien dan adil.