Yogyakarta – Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) mendorong kebutuhan sistem komunikasi yang mampu mengirimkan informasi secara andal, khususnya pada wilayah dengan keterbatasan infrastruktur jaringan. Salah satu teknologi yang berpotensi mendukung kebutuhan tersebut adalah Long Range (LoRa), yang dikenal memiliki jangkauan komunikasi relatif luas dengan konsumsi daya rendah.
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti TRIK DTEDI SV UGM bersama TIM Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian mengenai karakteristik dan keandalan komunikasi multimedia berbasis LoRa untuk mendukung pengembangan sistem pemantauan lapangan. Penelitian ini melibatkan Galih Setyawan, Salsabila Humaira, Imroatul Hudati, Trias Prima Satya, Muhammad Rifqi Al Fauzan, Budi Sumanto, dan Muhammad Arrofiq dari Sekolah Vokasi UGM, serta Irawan Sukma dari Pusat Riset Teknologi Pengujian dan Standar BRIN.
Penelitian berfokus pada evaluasi pengiriman tiga jenis data, yaitu informasi lokasi (GPS), audio, dan citra. Ketiga jenis data tersebut memiliki karakteristik ukuran yang berbeda sehingga menimbulkan kebutuhan transmisi yang tidak sama. Melalui kajian ini, tim menganalisis hubungan antara karakteristik data, proses fragmentasi, durasi transmisi, dan keandalan komunikasi. Evaluasi juga mempertimbangkan perbedaan kondisi lingkungan pengujian untuk memperoleh gambaran mengenai kinerja teknologi LoRa. Kajian tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai kemampuan dan keterbatasan komunikasi multimedia berbasis LoRa sebagai dasar pengembangan sistem pemantauan yang lebih efektif.
Hasil kajian menunjukkan pentingnya mempertimbangkan keseimbangan antara ukuran data, efisiensi transmisi, dan keandalan komunikasi. Pemahaman ini dapat menjadi referensi dalam menentukan strategi pengiriman informasi yang sesuai dengan kebutuhan sistem pemantauan lapangan. Penelitian tersebut juga membuka peluang kajian lanjutan mengenai pengembangan komunikasi yang lebih efisien untuk mendukung aplikasi IoT, seperti pemantauan lingkungan, pengawasan infrastruktur, dan keselamatan kerja.
Penelitian ini relevan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kajian teknologi komunikasi, serta berpotensi mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui peluang penerapan sistem pemantauan lingkungan dan infrastruktur. Kolaborasi UGM dan BRIN juga sejalan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi. Melalui penelitian ini, Sekolah Vokasi UGM bersama BRIN terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang komunikasi nirkabel serta IoT yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.