Yogyakarta – Departemen Teknik Elektro dan Informatika (DTEDI) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng., Tenaga Ahli Menteri Bidang Hilirisasi Produk Peternakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kunjungan tersebut didampingi oleh Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi teknologi terapan yang dikembangkan di lingkungan Sekolah Vokasi UGM.
Kegiatan berlangsung di Laboratorium Internet of Things (IoT) DTEDI SV UGM dan disambut oleh Ketua Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Ir. Yuris Mulya Saputra, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., bersama jajaran dosen dan mahasiswa. Turut hadir dalam sesi pemaparan inovasi, Dr. Imam Fahrurrozi, S.T., M.Cs. dan Dr. Budi Sumanto, S.Si., M.Eng., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (TRIK), yang menjelaskan berbagai hasil riset dan pengembangan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung transformasi digital di sektor pertanian dan peternakan.
Pada kesempatan tersebut, Laboratorium IoT DTEDI memperkenalkan berbagai inovasi hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa, salah satunya Smart Farm berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) yang dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) serta Program Studi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (TRIK).

Salah satu inovasi unggulan yang dipresentasikan adalah sistem AIoT untuk monitoring kandang ayam broiler yang mampu memantau kondisi kandang secara real-time. Sistem tersebut mengintegrasikan berbagai sensor untuk memonitor suhu, kelembapan, kualitas udara, intensitas cahaya, hingga parameter lingkungan lainnya guna mendukung peningkatan produktivitas serta kesehatan ternak. Pemanfaatan teknologi AIoT ini diharapkan mampu membantu peternak dalam melakukan pengambilan keputusan secara cepat dan berbasis data.
Selain sistem monitoring kandang ayam broiler, Laboratorium IoT DTEDI juga menampilkan berbagai inovasi lain berupa sistem monitoring lingkungan pertanian, perangkat instrumentasi cerdas, serta solusi otomasi berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendukung implementasi pertanian presisi (precision agriculture). Berbagai inovasi tersebut merupakan hasil implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang menjadi salah satu pendekatan pembelajaran di DTEDI SV UGM, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman dalam menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif dan siap diterapkan di masyarakat.
Dalam kunjungannya, Prof. Ali Agus menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan oleh Laboratorium IoT DTEDI. Menurutnya, pengembangan teknologi digital berbasis AIoT memiliki potensi besar dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian dan peternakan di Indonesia. Selain meningkatkan efisiensi dan produktivitas, inovasi tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam mendorong pengembangan teknologi tepat guna yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui Laboratorium IoT, DTEDI SV UGM terus berkomitmen menghasilkan inovasi berbasis riset yang mendukung transformasi digital, penguatan ketahanan pangan nasional, serta peningkatan daya saing sumber daya manusia di bidang teknologi.
Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 2 – Zero Hunger, melalui pengembangan teknologi Smart Farm dan AIoT untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi sektor pertanian dan peternakan.
- SDG 4 – Quality Education, melalui implementasi Project-Based Learning yang mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi berbasis kebutuhan nyata.
- SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pengembangan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence of Things (AIoT) sebagai solusi inovatif bagi sektor industri pertanian.
- SDG 17 – Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam mendukung hilirisasi hasil riset dan inovasi teknologi.