Departemen Teknik Elektro dan Informatika (DTEDI) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menghadirkan Rizki Firmansyah Setya Budi, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir BRIN, dalam kuliah umum bertajuk “Perkembangan Teknologi Nuklir di Indonesia dan Potensinya untuk Mendukung Transisi Energi”, Rabu (17/9).
Dalam paparannya, Rizki menjelaskan bahwa kebutuhan energi listrik nasional terus meningkat sehingga menuntut diversifikasi sumber energi. Pada tahun 2050, kapasitas pembangkit listrik Indonesia diproyeksikan mencapai 430 GW dengan porsi energi baru dan terbarukan sebesar 31 persen. Menurutnya, energi nuklir memiliki potensi besar untuk mendukung target tersebut, terutama dalam aspek kuantitas, kualitas, keandalan, serta keekonomian pasokan energi.