*SLEMAN* – Tim akademik yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa DTEDI SV UGM sukses melaksanakan kegiatan observasi dan kunjungan lapangan ke peternakan ayam broiler, Sulasto Farm, yang berlokasi di Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Dr. Imam Fahrurrozi, S.T., M.Cs. selaku dosen pembimbing, serta didampingi oleh tenaga kependidikan Dwi Estu, S.T. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari tiga mahasiswa DTEDI, yaitu Daffa Nopran, Muhammad Ilham, dan Javian. Tujuan utama dari agenda ini adalah untuk menjembatani teori akademik dengan praktik nyata di industri peternakan, sekaligus mencari potensi inovasi teknologi yang bisa diterapkan.
Selama berada di Sulasto Farm, rombongan berkesempatan untuk melihat secara langsung proses operasional peternakan ayam broiler. Observasi difokuskan pada sistem pemeliharaan harian, manajemen pakan, hingga sistem pengaturan suhu dan sirkulasi udara di dalam kandang yang menjadi faktor krusial dalam budidaya ayam broiler.
Dr. Imam Fahrurrozi, S.T., M.Cs. menyoroti pentingnya kegiatan turun lapangan semacam ini bagi mahasiswa. Menurutnya, pemahaman lintas disiplin ilmu hanya akan terbentuk secara matang apabila mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah secara langsung di lapangan dan berinteraksi dengan para pelaku usaha.
Bagi para mahasiswa DTEDI—Daffa Nopran, Muhammad Ilham, dan Javian—kunjungan ini menjadi wadah untuk mengumpulkan data riil. Mereka bertugas menganalisis alur kerja peternakan untuk kemudian dirumuskan ke dalam sebuah proyek mandiri yang solutif. Sementara itu, kehadiran Dwi Estu, S.T. selaku tendik turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan observasi berjalan lancar secara teknis maupun administratif.
Melalui sinergi antara Dosen, Tendik, dan Mahasiswa di Sulasto Farm ini, diharapkan tim dapat segera merumuskan solusi atau inovasi terapan. Hasil dari proyek lintas disiplin ini nantinya ditargetkan dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternak ayam broiler, khususnya di wilayah Moyudan dan sekitarnya. Langkah konkrit ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen akademisi dalam mendukung pencapaian The Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor: (9) Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pengembangan inovasi teknologi guna memperkuat sektor industri peternakan lokal.
